NT-Terkini.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memasang target agar setiap kabupaten/kota di NTT memiliki sektor industri lokal atau usaha berskala mendekati industri mulai 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong hilirisasi komoditas unggulan agar potensi ekonomi NTT tidak terus keluar dalam bentuk bahan mentah tanpa memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat setempat.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki saat menutup rangkaian Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).
Menurut Melki, NTT memiliki beragam potensi unggulan di setiap kabupaten/kota. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal terhadap perekonomian daerah karena sebagian komoditas masih dipasarkan sebagai bahan mentah untuk diolah di luar NTT.
Salah satu komoditas yang disorot adalah jambu mete. Ke depan, komoditas tersebut diharapkan tidak sekadar dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah melalui industri lokal sehingga menghasilkan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan pemetaan potensi unggulan berbasis kabupaten/kota. Potensi NTT selama ini belum optimal karena komoditas unggulan masih sering dikirim keluar daerah dalam bentuk bahan mentah,” tegas Melki.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












