Daerah  

Polemik Antar Rapor Memanas, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao: Fokus Mutu Pendidikan, Jangan Ancam Guru!

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

​NTT- Terkini.com, Rote Ndao – Kebijakan kontroversial mengenai pengantaran rapor langsung ke rumah siswa di Kabupaten Rote Ndao terus menuai polemik panas. Kali ini, sorotan tajam datang dari Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy, S.T.

​Politisi PDI Perjuangan tersebut secara terbuka mempertanyakan urgensi kebijakan itu. Terlebih, muncul isu miring mengenai dugaan ancaman pemecatan terhadap kepala sekolah dan guru yang tidak mematuhi instruksi tersebut.

​Kepada wartawan pada Senin (22/6/2026), Denison menilai ada kontradiksi besar dalam pelaksanaan program ini. Semangat “melayani dengan kasih” yang diusung Bupati Rote Ndao dinilai ternoda oleh pendekatan yang bersifat intimidatif.

​”Kepala Dinas Pendidikan mengajak guru melaksanakan program Bupati tentang melayani dengan kasih. Tetapi bagaimana bisa semangat itu berjalan kalau di saat yang sama muncul informasi adanya ancaman pemecatan terhadap guru maupun kepala sekolah?” kritik Denison pedas.

 

Baca Juga :  Mahasiswa S2 IKM Undana Gandeng Komunitas Difabel Rote Ndao, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Inklusif

​Menurut Denison, Kepala Dinas Pendidikan seharusnya meletakkan fokus pada tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), yaitu mendongkrak kualitas pendidikan di Rote Ndao—mulai dari evaluasi kurikulum hingga arah kebijakan yang berkelanjutan.

​”Pengantaran rapor ke rumah mungkin baik untuk kondisi tertentu, misalnya bagi siswa yang butuh perhatian khusus atau remedial. Tapi jangan sampai menjadi instruksi kaku yang dibarengi ancaman,” tegasnya.

Baca Juga :  Dukung Kaderisasi Nasional PMII, Wali Kota Kupang Gagas Rumah Kolaborasi Pemuda

​Denison mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap kondisi riil para guru di lapangan. Ia mengaku prihatin jika kebijakan top-down dipaksakan tanpa mendengar aspirasi dari para pendidik.

​”Bahaya kalau sebuah perintah dibuat tanpa mempertimbangkan suara hati guru. Guru adalah ujung tombak pendidikan, pandangan mereka harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya mengingatkan.

​Sebagai pimpinan legislatif, Denison menegaskan bahwa DPRD Rote Ndao tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana memanggil pemerintah daerah untuk meminta penjelasan resmi mengenai dasar dan urgensi kebijakan ini.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Promosikan Budaya Rote di Rakernas APEKSI, Angkat Keberagaman sebagai Daya Saing Kota

​”Saya akan pertanyakan ini ke pemda. Apa urgensinya sehingga tahun ini harus ada instruksi antar rapor ke rumah? Apakah ini bagian dari roadmap pendidikan yang baru atau ada motif lain?” cecarnya.

​Dibandingkan sibuk mengurusi teknis pengantaran rapor, Denison membeberkan fakta lapangan yang jauh lebih miris dan membutuhkan intervensi mendesak dari Dinas Pendidikan.

​Berdasarkan temuannya, masih banyak siswa di Rote Ndao yang terhimpit keterbatasan ekonomi.

Krisis Perlengkapan: Banyak siswa kesulitan memperoleh seragam sekolah, alat tulis, dan perlengkapan belajar yang layak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung