NTT-Terkini.com, Kupang – Bank NTT menyiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar untuk mendukung pelaku usaha kecil, sektor pertanian, peternakan, hingga pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan pihaknya kini sedang menuntaskan koneksi sistem dengan Kementerian Keuangan sebelum penyaluran KUR kembali berjalan penuh.
“Kami sudah siap. Tinggal koneksi dengan Kementerian Keuangan saja. Mudah-mudahan akhir bulan ini semuanya sudah jalan,” ujar Charlie usai RUPS Bank NTT.
Menurut Charlie, Bank NTT sempat menghentikan sementara penyaluran KUR sejak 2019 akibat tingginya kredit macet. Karena itu, kali ini Bank NTT melakukan pembenahan sistem agar penyaluran kredit lebih sehat dan tepat sasaran.
“Kami belajar dari pengalaman pahit sebelumnya. Sekarang sistemnya kami atur lebih baik supaya kredit macet bisa ditekan,” katanya.
Charlie menegaskan KUR Bank NTT akan difokuskan bagi usaha-usaha produktif, bukan untuk kebutuhan konsumtif. Sektor yang menjadi prioritas antara lain usaha mikro kecil, pertanian, peternakan, produksi telur, hingga usaha masyarakat yang mendukung program ketahanan pangan.
“Pokoknya harus usaha produktif. Tidak boleh dipakai untuk konsumsi,” tegasnya.
Dari total plafon Rp350 miliar tersebut, Rp50 miliar disiapkan khusus untuk pekerja migran asal NTT yang ingin mengembangkan usaha.
Selain itu, Bank NTT juga membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mengakses layanan perbankan.
Charlie menjelaskan, penilaian kredit tetap dilakukan secara selektif. Namun pihaknya tidak langsung menolak masyarakat yang pernah memiliki riwayat kredit bermasalah.
“Kalau dulu usahanya bermasalah tetapi sekarang sudah membaik dan usahanya jelas, itu tetap bisa menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Charlie juga menyampaikan bahwa pembagian dividen Bank NTT tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp151 miliar yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham sesuai porsi kepemilikan saham masing-masing.
Meski target laba tahun lalu belum sepenuhnya tercapai, Charlie memastikan kondisi keuangan Bank NTT masih cukup kuat karena ditopang cadangan modal yang mencapai Rp449 miliar.
“Kita masih punya cadangan modal yang cukup besar sehingga kondisi Bank NTT tetap aman,” katanya.
Bank NTT optimistis penyaluran KUR tahun ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran bank daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi di NTT.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












