Ia menargetkan mulai 2027, setiap kabupaten/kota di NTT wajib memiliki sektor industri atau usaha dengan skala mendekati industri lokal.
Dengan demikian, pengembangan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada produksi bahan baku, tetapi juga mencakup pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Riset Harus Menghasilkan Kebijakan Nyata
Melki menegaskan, penguatan industri lokal membutuhkan dukungan kebijakan yang tepat dan berbasis data. Karena itu, hasil penelitian dan kajian akademis harus menjadi salah satu landasan penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, riset tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademis atau sekadar memenuhi kebutuhan kegiatan ilmiah. Hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan pembangunan di NTT.
“Mari kita jadikan pengetahuan sebagai dasar pengambilan keputusan, inovasi sebagai penggerak perubahan, dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk mempercepat kemajuan NTT,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi yang dimiliki suatu daerah, tetapi juga oleh kemampuan mengelola potensi tersebut menjadi nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












