Toilet Darurat dan Pengangkutan Sampah
Tidak hanya menyediakan air bersih, Kementerian PU juga memperkuat pelayanan sanitasi untuk mencegah persoalan kesehatan lingkungan di lokasi pengungsian.
Sebanyak 31 bilik toilet darurat disediakan di 11 titik pengungsian yang tersebar di empat kabupaten. Fasilitas tersebut diperkirakan melayani sekitar 10.410 jiwa.
Selain itu, pengangkutan sampah dengan volume lebih dari 164 meter kubik dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan di kawasan terdampak.
Hingga 7 Oktober 2026, Kementerian PU masih menyiagakan berbagai sarana tanggap darurat guna mendukung pelayanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat.
Sarana tersebut meliputi 20 mobil tangki air, 97 hidran umum, 17 toilet portabel, tiga mobil tinja atau vakum, dua mobil instalasi pengolahan air, dua tangki biority, dua dump truck, dan satu mobil toilet.
Di Kabupaten Sikka, dukungan sarana tanggap darurat turut diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk di Pulau Palue.
Kementerian PU mencatat sebanyak 34 unit sarana tanggap darurat tersedia di wilayah tersebut, termasuk 24 unit hidran umum dan 11 unit tandon air.
1.989 Bangunan Diperiksa, Keamanan Jadi Prioritas
Di tengah pemenuhan kebutuhan dasar, Kementerian PU juga melakukan pemeriksaan terhadap 1.989 bangunan dan prasarana yang tersebar di delapan kabupaten terdampak gempa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
