“Para relawan Pramuka telah dibekali pemahaman konsep yang tepat. Selanjutnya, mereka akan menyusun kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik Pramuka, namun tetap berlandaskan prinsip pemulihan psikologis,” tambahnya.
Koordinator Penanganan Bencana Gempa Flores/Seksi Pengabdian Masyarakat IDI NTT, dr. Imelda Ora, M.Biomed., Sp.N., bersama Wakil Ketua IDI NTT, dr. Syeben Hietingwati, M.Si.Med., SpPA turut mendampingi dalam kegiatan ini.
Target utama program ini adalah agar layanan pendampingan dapat berjalan serentak paling lambat tanggal 12 September di seluruh posko dan lingkungan kampung masing-masing. Dengan cara ini, diharapkan jangkauan bantuan psikologis menjadi lebih luas, merata, dan mampu menjawab kebutuhan mendesak korban bencana secara efektif.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
