Daerah  

Ribuan Pramuka Semarakkan Karnaval Budaya Jamda NTT 2026, UMKM Bergeliat dan Isu Sosial Jadi Sorotan

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

“Karnaval budaya ini membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar parade budaya, setiap kontingen memanfaatkan momentum ini untuk menyuarakan berbagai isu strategis yang dihadapi NTT. Beragam pesan disampaikan secara kreatif melalui atribut, teatrikal, hingga miniatur yang mereka tampilkan.

Baca Juga :  DPRD Rote Ndao Resmi Tetapkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Isu yang diangkat meliputi pengelolaan sampah, literasi digital, adaptasi perubahan iklim, pencegahan stunting, perlindungan anak, ketahanan pangan berbasis potensi lokal, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman budaya.

Melalui kampanye tersebut, Pramuka NTT menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya membangun karakter anggotanya, tetapi juga peduli terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Wali Kota: Akuntabilitas adalah Amanah Rakyat

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyambut hangat para peserta di Saboak Taman Nostalgia. Ia menyebut Saboak sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif Kota Kupang yang menjadi ruang bertumbuhnya pelaku UMKM sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat.

Dalam pesannya kepada peserta, Serena berharap pengalaman selama Jambore Daerah tidak berhenti sebagai kenangan semata.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung