Daerah  

Wawali Serena Buka Diklat Paskibraka Kota Kupang 2026, Tekankan Pelatihan Humanis Tanpa Kekerasan

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para pelatih dan pamong agar mengedepankan pola pembinaan yang mendidik serta menghormati hak peserta.

“Saya percaya di zaman sekarang pendekatan yang lebih humanis dalam mendidik karakter adalah yang paling penting. Sanksi fisik seperti push-up atau sit-up sebagai pengingat atas kesalahan tidak apa-apa, tetapi saya harap tidak ada kekerasan fisik,” tegas Serena.

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Anggarkan Rp990 Juta untuk PJU, 55 Lampu Jalan Jadi Target 2026

Ia bahkan membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan keluhan secara langsung apabila menemui persoalan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, menjelaskan bahwa pelaksanaan Paskibraka tahun ini mengacu pada regulasi BPIP dan Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 6 Tahun 2025.

Ia mengungkapkan, proses seleksi telah dimulai sejak 20 Januari 2026 melalui aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP. Dari 249 siswa SMA/SMK yang mendaftar, hanya 36 orang yang berhasil lolos menjadi calon Paskibraka Kota Kupang.

Baca Juga :  Ketua Klasis Lobalain Desak Polisi Cabut Izin Judi Berkedok Ketangkasan di Pameran Rote Ndao

Prestasi Kota Kupang juga patut dibanggakan. Sebanyak tujuh peserta berhasil lolos sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi NTT, sementara dua siswa terbaik terpilih menjadi calon Paskibraka tingkat nasional.

Diklat dan karantina calon Paskibraka dijadwalkan berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Setelah mengikuti latihan kotor dan latihan bersih, para peserta akan dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Kupang pada 15 Agustus 2026 sebelum menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung