Christian juga memberikan apresiasi atas terbentuknya Tim Eksekutif PKBI Kota Kupang. Menurutnya, kehadiran tim tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Ia berharap PKBI tidak hanya berfokus pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga mengambil peran lebih luas dalam isu kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga, vaksinasi, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
“Alone we can do so little, but together we can do so much,” kata Christian mengutip tokoh kemanusiaan Helen Keller untuk menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Daerah PKBI NTT, Agustinus L. Brewon, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pengembangan organisasi tersebut.
Menurutnya, PKBI yang berdiri sejak 1957 di Indonesia dan hadir di NTT sejak 1988, kini telah berkembang di 28 provinsi dengan tiga pilar utama, yakni Pengurus, Eksekutif, dan Forum Remaja.
“Kami sangat mengagumi visi Wali Kota Kupang yang memahami bahwa berbagai persoalan daerah, termasuk HIV, sering kali berakar dari persoalan keluarga. PKBI hadir bukan lagi sekadar mengurus jumlah anak, tetapi membangun keluarga yang berkualitas,” ujar Agustinus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












