Daerah  

​Bukan Sekadar Angkut dari Jalanan, Duet Christian-Serena Turun Langsung Bedah Akar Masalah Pekerja Anak di Kupang

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo
  • ​Pengurusan dokumen kependudukan untuk akses bansos.
  • ​Layanan kesehatan melalui BPJS gratis.
  • ​Bantuan pangan dan modal usaha/lapak UMKM.
  • ​Program bedah rumah layak huni.

​Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa setiap anak di Kota Kupang berhak atas masa tumbuh kembang yang sehat tanpa harus memikul beban ekonomi yang menjadi porsi orang tua.

​”Kami ingin memastikan anak-anak di Kota Kupang bisa belajar dengan fokus dan meraih prestasi terbaik di sekolah. Urusan ekonomi adalah tanggung jawab orang tua, sementara tugas utama anak-anak adalah belajar, bermain, dan bertumbuh dengan baik. Pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi,” ujar Serena.

 

Baca Juga :  Pelantikan PPPK Paruh Waktu Rote Ndao Dipercepat, Ratusan Tenaga Non-ASN Segera Kantongi Kepastian Status

​Keberadaan anak-anak yang bekerja hingga larut malam dinilai membawa risiko besar, mulai dari ancaman kecelakaan lalu lintas, kelelahan fisik yang mengganggu sekolah, hingga terganggunya kesehatan akibat kurang istirahat.

​Berkat instruksi tegas Wali Kota kepada Satpol PP untuk menggelar patroli rutin tiga kali seminggu, intensitas anak jalanan di Kota Kupang dalam beberapa bulan terakhir sebenarnya mulai menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang: Tahbisan Diakon Adalah Awal Pengabdian untuk Melayani dan Merawat Harmoni

​Namun, lewat sistem pendataan yang terus diperbarui oleh DP3A, Pemkot Kupang bertekad membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan. Langkah nyata ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan dan eksploitasi, sekaligus mempertegas komitmen mewujudkan Kota Kupang yang ramah anak, inklusif, dan berkeadilan sosial.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung