Petrus menjelaskan, program konservasi tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Bank NTT dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Alex Ofong. Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur.
“Keberhasilan konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara lembaga keuangan, organisasi lingkungan, pemerintah, dan masyarakat agar hasilnya benar-benar berdampak jangka panjang,” katanya.
Ketua Yayasan Savu Lautan Project, Martinianus Ola, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bank NTT. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam program konservasi menjadi dorongan penting untuk memperluas upaya perlindungan ekosistem laut yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perubahan iklim hingga aktivitas manusia yang merusak lingkungan.
Dukungan Bank NTT ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian sektor perbankan terhadap pembangunan berkelanjutan di NTT, tidak hanya melalui penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga lewat pelestarian sumber daya alam yang menjadi aset penting daerah.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, kawasan konservasi terumbu karang di Hukung diharapkan dapat berkembang menjadi model pelestarian lingkungan berbasis masyarakat yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi generasi mendatang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












