Bank NTT dan Perumda Tirta Cendana Siapkan Pabrik AMDK di TTU

Avatar photo
Reporter : Tim

 

NTT-Terkini.com, TTU – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Cendana Kabupaten Timor Tengah Utara tancap gas merealisasikan rencana pembangunan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Proyek ini ditargetkan segera memasuki tahap pembiayaan dengan presentasi ke Bank NTT pada Mei 2026.
Direktur Perumda Tirta Cendana, Rudolfus Manlea, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh aspek perencanaan tengah dimatangkan, mulai dari kesiapan lahan hingga skema pendanaan.
Pemda TTU, kata dia, telah menyiapkan lahan milik daerah seluas sekitar 5.000 meter persegi yang berada di perbatasan Desa Oenenu dan Desa Nimasi. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk pembangunan fasilitas produksi AMDK.
“Pemda sudah turun bersama kami untuk survei. Lahan ini merupakan aset daerah yang saat ini dimanfaatkan untuk pertanian, dan sangat memungkinkan untuk pembangunan pabrik,” jelasnya.
Tak hanya lahan, Perumda juga intens berkoordinasi dengan Bank NTT guna membahas skema pinjaman sebagai sumber pembiayaan utama proyek tersebut.
“Sudah beberapa kali kami lakukan koordinasi untuk melihat model pinjaman yang tepat agar pembangunan bisa segera berjalan,” tambah Rudolfus.
Dari sisi teknis, berbagai dokumen krusial kini sedang disusun, seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) gedung dan mesin, penjajakan kerja sama dengan penyedia mesin dari Jawa, hingga analisis model operasional perusahaan ke depan.
Rudolfus menargetkan seluruh dokumen tersebut rampung dalam waktu dekat, sehingga proposal proyek bisa segera diajukan secara resmi ke Bank NTT.
Dengan mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2025 yang membuka ruang bagi Perumda untuk melakukan pinjaman, proyek ini diharapkan mendapatkan dukungan pembiayaan meski dimulai dari keterbatasan modal.
“Dengan modal nol, kami berharap skema pinjaman ini bisa menjadi solusi untuk memulai pembangunan,” ujarnya.
Ke depan, kehadiran pabrik AMDK ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja Perumda Tirta Cendana, tetapi juga memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat—mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Utara.
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu motor baru penggerak ekonomi lokal di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur.***

Baca Juga :  Pemkab Rote Ndao Gandeng Bank NTT Kelola Pajak dan Retribusi Secara Digital

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung