Pelatihan-pelatihan tersebut meliputi tata rias, pangkas rambut, tata boga, hingga pelatihan teknis lainnya yang relevan dengan kebutuhan pasar. Tujuannya jelas: menciptakan SDM yang memiliki keahlian praktis untuk bekerja secara mandiri atau bersaing di dunia kerja formal.
“Pelatihan vokasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menemukan keahlian yang dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan. Ini bentuk nyata pemerintah dalam membuka peluang ekonomi,” ungkap Kepala Dinas Nakertrans dalam sesi pelatihan beberapa waktu lalu.
Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha sendiri sehingga tidak hanya keluar dari pengangguran, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM dan Inovasi Daerah
Dalam aspek ekonomi, Pemkot Kupang menggerakkan berbagai terobosan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendorong inovasi usaha, dan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang.
Salah satu inovasi yang semakin dikenal luas adalah Sunday Market buat Orang Kupang (Saboak), sebuah ruang kreatif yang mewadahi UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menghidupkan ruang publik dan memperkuat interaksi sosial masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










