Forum ini menempatkan budaya sebagai penggerak diplomasi dan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan visi RPJMN 2025–2029 untuk memperkuat harmonisasi antara kebudayaan dan lingkungan.
Dalam taklimat media di Museum Nasional, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa IPACS menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya di kawasan Pasifik.
“IPACS merupakan platform penting untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperkuat soft diplomacy dengan negara-negara Pasifik,” ujarnya.
“Akan ada pertemuan tingkat menteri, dialog budaya, pameran, pertunjukan kolaboratif, hingga pembahasan isu lingkungan yang menjadi perhatian serius di kawasan.”
Fadli juga menyoroti peran IPACS dalam mendorong inovasi dan ekonomi kreatif.
“Sesi pleno utama akan membahas bagaimana tradisi dan inovasi budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Dari Residensi Budaya hingga Dokumen Komitmen Bersama
Rangkaian IPACS 2025 diawali dengan program residensi budaya (3–10 November) yang melibatkan perwakilan 10 negara Pasifik dan enam provinsi Indonesia timur. Para peserta mengeksplorasi tiga tema utama: kerajinan bambu, musik tradisional, dan tari tradisional, yang hasilnya akan ditampilkan pada puncak acara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
