“To govern is to serve. Memimpin berarti melayani. Dan pelayanan terbaik adalah membuka akses ke pendidikan berkualitas,” ujarnya, yang dikutip luas oleh kepala sekolah dan mahasiswa peserta.
Pemkot Kupang, menurutnya, tidak hanya mendorong beasiswa untuk perguruan tinggi, tetapi memastikan distribusi berkeadilan, termasuk lewat skema afirmasi daerah guna menutup jurang akses terhadap pendidikan.
Capaian 2023: Modal Kuat, Tapi Garis Finish Masih Jauh
Data yang dirilis BPS NTT menunjukkan, Kupang punya modal awal baik:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 74,12
Melek huruf: 98,2%
Rata-rata lama sekolah: 8,1 tahun
Angka ini memperlihatkan tren positif, namun bagi Serena, indikator tersebut harus menjadi landasan start, bukan euforia finish.
“Kami mendukung semua program bermutu sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pendidikan,” tegasnya kemudian.
Sekolah Ramah Anak: Benteng Pertama Bonus Demografi
Hal yang kerap luput dari sorotan angka adalah keamanan dan kultur sekolah. Ketua Komisi III DPRD, Neda Lalay, mengingatkan bahwa isu bullying di sekolah kini sudah menyentuh fisik dan mental, sehingga kultur aman harus dibangun dari hulu.
Di sana, sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi zona perlindungan. Pemkot menggerakkan indikator Sekolah Ramah Anak dan pembentukan Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di berbagai satuan pendidikan, untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, hingga menciptakan sekolah siap bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












