Daerah  

Menatap 2045, Kupang Siapkan Generasi dengan Blueprint Baru: Beasiswa, Karakter, dan Duta Global

Avatar photo
Reporter : Tim

“To govern is to serve. Memimpin berarti melayani. Dan pelayanan terbaik adalah membuka akses ke pendidikan berkualitas,” ujarnya, yang dikutip luas oleh kepala sekolah dan mahasiswa peserta.

Pemkot Kupang, menurutnya, tidak hanya mendorong beasiswa untuk perguruan tinggi, tetapi memastikan distribusi berkeadilan, termasuk lewat skema afirmasi daerah guna menutup jurang akses terhadap pendidikan.

Baca Juga :  Mahasiswa S2 IKM Undana Gandeng Komunitas Difabel Rote Ndao, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Inklusif

Capaian 2023: Modal Kuat, Tapi Garis Finish Masih Jauh

Data yang dirilis BPS NTT menunjukkan, Kupang punya modal awal baik:

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 74,12

Melek huruf: 98,2%

Rata-rata lama sekolah: 8,1 tahun

Angka ini memperlihatkan tren positif, namun bagi Serena, indikator tersebut harus menjadi landasan start, bukan euforia finish.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Kupang Jadi Responden Sensus Ekonomi, Serena Ajak Warga Berikan Data yang Benar

“Kami mendukung semua program bermutu sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pendidikan,” tegasnya kemudian.

Sekolah Ramah Anak: Benteng Pertama Bonus Demografi

Hal yang kerap luput dari sorotan angka adalah keamanan dan kultur sekolah. Ketua Komisi III DPRD, Neda Lalay, mengingatkan bahwa isu bullying di sekolah kini sudah menyentuh fisik dan mental, sehingga kultur aman harus dibangun dari hulu.

Baca Juga :  Wawali Serena Dukung Esports Kota Kupang, Atlet Potensial Disiapkan Menuju PON 2028

Di sana, sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi zona perlindungan. Pemkot menggerakkan indikator Sekolah Ramah Anak dan pembentukan Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di berbagai satuan pendidikan, untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, hingga menciptakan sekolah siap bencana.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung