Meski laba menurun, total laba komprehensif masih mencapai Rp66,6 miliar, mencerminkan daya tahan Bank NTT dalam menjaga kinerja di masa transisi.
Modal Baru, Arah Baru
Penyertaan modal Rp100 miliar dari Bank Jatim akan memperkuat rasio kecukupan modal (CAR) Bank NTT dan mempercepat pencapaian modal inti minimum Rp3 triliun, sesuai ketentuan OJK.
Dana segar ini juga membuka ruang bagi ekspansi kredit produktif di sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata.
Abraham Runga Mali, Koordinator Indonesia Financial Watch, menilai kolaborasi ini sebagai momentum strategis bagi masa depan Bank NTT.
“Jika realisasi modal ini efektif, Bank NTT bisa naik kelas dari sisi daya tahan modal dan diversifikasi pembiayaan. Kepercayaan publik juga akan meningkat,” ujarnya.
Dari Kupang untuk Indonesia
Sinergi Bank Jatim dan Bank NTT memperlihatkan arah baru perbankan nasional — dari kompetisi menuju kolaborasi.
Kekuatan finansial tak lagi hanya tumbuh dari Jakarta atau Surabaya, tapi juga dari Kupang — dari timur — dari semangat untuk berbenah bersama.
“Kami tidak sekadar memperbesar aset, tapi membangun fondasi agar Bank NTT menjadi pusat kekuatan ekonomi dari timur Indonesia,” pungkas Yohanis Landu Praing.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












