NTT-Terkini.com, Kupang — Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, mendorong gerakan Gereja Ramah Disabilitas diperluas ke seluruh klasis Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Ia menegaskan, penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang setara untuk terlibat dalam pelayanan gereja maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurut Serena, gereja yang inklusif bukan sekadar memberikan kesempatan kepada semua orang untuk beribadah, tetapi juga memastikan setiap jemaat mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan, tanpa diskriminasi.
Pesan tersebut disampaikan Serena saat menghadiri kegiatan Training of Trainers (ToT) Gereja Ramah Disabilitas dan Pemutakhiran Data Insan dengan Disabilitas untuk 57 klasis se-GMIT di GMIT Getsemani Sikumana, Kamis, 22 Oktober 2026.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi kepada GMIT dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Penyandang disabilitas memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat,” ujar Serena.
Ia mengapresiasi inisiatif GMIT yang berupaya memperluas praktik pelayanan ramah disabilitas dari gereja percontohan ke wilayah pelayanan yang lebih luas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
