Christian bahkan meminta agar proses administrasi bantuan Rp100 juta dipercepat sesuai ketentuan sehingga dana tersebut dapat dimanfaatkan panitia sebelum kegiatan selesai.
“Saya berharap bantuan ini bisa segera diproses. Jangan sampai kegiatan sudah selesai baru bantuan diberikan. Teman-teman panitia membutuhkan dukungan untuk membayar kebutuhan kegiatan,” tegasnya.
Pemkot juga menyiapkan sejumlah lokasi parkir alternatif untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kendaraan dan penonton, terutama ketika pembukaan Pesparawi.
Sejumlah fasilitas pemerintah di sekitar lokasi kegiatan akan dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan agar kegiatan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Christian: Iman, Seni dan Budaya Harus Bertemu
Christian menilai Pesparawi perdana GMIT memiliki arti penting karena mempertemukan kehidupan iman dengan seni dan budaya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan bermusik sekaligus menjaga kekayaan musik tradisional daerah.
“Rindu kita supaya para pemuda dengan talenta-talenta itu dihimpun. Musik-musik daerah dan kecintaan bernyanyi tradisional dapat dikembangkan, tetapi tetap dalam nuansa rohani,” ungkapnya.
Wali Kota Kupang juga memastikan akan menghadiri pembukaan Pesparawi Sinode GMIT pada 7 Oktober 2026.
Digelar 7–9 Oktober
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., yang juga Ketua Pesparawi Sinode GMIT, mengatakan jajaran Pemkot Kupang berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar pelaksanaan kegiatan perdana tersebut berlangsung tertib dan lancar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
