NTT-Terkini.com, Kupang — Paduan suara bukan sekadar soal siapa yang memiliki suara paling merdu. Bagi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, paduan suara justru mengajarkan satu hal penting dalam kehidupan: perbedaan tidak harus berujung pada perpecahan, tetapi dapat melahirkan harmoni ketika setiap orang mampu saling memberi ruang.
Pesan itu disampaikan Christian saat menghadiri pembukaan Simfoni Persaudaraan GMIT, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) perdana dalam lingkup pelayanan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), di Aula GMIT Center, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung 7–9 Oktober 2026 tersebut diikuti 23 kelompok paduan suara dari Kota Kupang dan berbagai klasis di seluruh wilayah pelayanan GMIT di NTT.
Dua hari pertama diisi dengan kompetisi paduan suara, sedangkan hari ketiga dilanjutkan dengan simposium.
Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain bantuan dana sebesar Rp100 juta, Pemkot Kupang juga menyiapkan dukungan fasilitas pemerintahan, ruang rapat, kendaraan, pelayanan kesehatan, kebersihan, persampahan hingga kebutuhan teknis lainnya.
Christian mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Kupang terhadap kegiatan keagamaan, kebudayaan, pembinaan generasi muda sekaligus penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
