Indeks

Guru Besar UI Bongkar Persoalan Komoditas NTT: Investasi Harus Berpihak pada Mutu dan Petani

Reporter : Jhon Seo
oplus_2

Hal yang menarik, sekitar 95 persen bahan baku dan 95 persen tenaga kerja industri tersebut berasal dari masyarakat lokal.

Angka ini memperlihatkan bahwa industri pengolahan tidak hanya membuka peluang pasar, tetapi juga berpotensi memperkuat keterlibatan petani, pembudidaya, dan tenaga kerja setempat dalam rantai nilai komoditas.

Produk olahan sei Kupang juga telah menunjukkan peluang pemasaran di luar daerah, dengan pengiriman mencapai 1.500 dus ke Jakarta.

Meski demikian, keberhasilan pengiriman produk belum otomatis menjamin keberlanjutan usaha. Konsistensi kualitas dan kemampuan mempertahankan pesanan berulang (repeat order) tetap menjadi indikator penting untuk menilai daya saing produk di pasar.

Investasi Kecil, Dampak Besar bagi Kopi Flores

Dalam pengembangan komoditas ekspor, Saafri menyoroti pentingnya tata kelola rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari kelembagaan petani hingga sertifikasi produk.

Koperasi dapat berperan sebagai pengelola utama rantai pasok, sementara pendampingan tata kelola dan sertifikasi dibutuhkan untuk memastikan produk memenuhi standar yang dipersyaratkan pembeli internasional.

Dalam skema yang dipaparkan, Re-Volto berperan mendampingi tata kelola koperasi, sedangkan Controsoro menjalankan fungsi sertifikasi mutu untuk mendukung akses produk ke pasar Eropa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version