Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi saja belum tentu menjamin kesejahteraan petani apabila tidak diikuti sistem pemasaran, pengolahan, dan pengelolaan rantai pasok yang memadai.
Investasi Harus Menyentuh Persoalan Mutu
Saafri menekankan, investasi di NTT harus diarahkan pada sektor yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar pendapatan bersih masyarakat.
Menurut dia, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian, yakni mempertahankan nilai tambah komoditas di daerah, meningkatkan pendapatan bersih petani dan pekerja, serta memperbanyak hari kerja berbayar sepanjang tahun.
Dengan pendekatan tersebut, investasi tidak sekadar meningkatkan jumlah hasil panen, tetapi juga membuka peluang pengolahan komoditas di daerah sehingga manfaat ekonominya tidak seluruhnya dinikmati pelaku usaha di luar NTT.
Data investasi periode 2016–2025 yang dipaparkannya menunjukkan, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di NTT mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Namun, investasi yang masuk ke sektor manufaktur masih kurang dari 4 persen.
Sementara itu, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
