Menurutnya, kontribusi gereja tidak hanya terlihat melalui pendidikan formal, tetapi juga dalam pembentukan iman, karakter, moral, dan kepedulian sosial.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Masyarakat juga membutuhkan karakter yang kuat, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.
“Pembangunan sumber daya manusia bukan hanya tentang membuat orang pintar secara akademik, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang kuat imannya dan tinggi karakternya. Di sinilah peran gereja sangat penting,” ujarnya.
Christian juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan jalan, gedung, dan berbagai infrastruktur.
Lebih dari itu, kemajuan harus tercermin dalam kualitas kehidupan masyarakat, termasuk kemampuan menjaga persaudaraan, membangun kepedulian, dan hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Dari perjalanan imamat RD Adrianus Dimu, Christian merefleksikan prinsip kepemimpinan yang selama ini menjadi landasan pemerintahannya, yakni memerintah adalah melayani.
Menurutnya, jabatan dan kewenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus digunakan untuk menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata demi kepentingan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
