Sementara untuk ruas Tuanatuk–Todan, masa pelaksanaan disebut masih berlangsung hingga November 2026.
“Dengan progres sekarang yang baru mencapai kurang lebih 20 persen, maka hal ini menjadi atensi Dinas PUPR untuk melakukan teguran dan peringatan kepada kontraktor agar segera mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Menurut Sonny, perhatian serupa juga diberikan terhadap paket pekerjaan lainnya yang progres fisiknya masih rendah.
AIH Akui Adendum, Tak Beri Penjelasan Soal Dugaan Keterkaitan Perusahaan
Sementara itu, AIH alias Arie yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (17/9/2026), belum memberikan penjelasan mengenai dugaan keterlibatannya dalam enam paket pekerjaan tersebut.
Ia juga tidak secara tegas membenarkan maupun membantah dugaan yang berkembang.
Namun, terkait pekerjaan ruas Mokdale–Baudale, AIH membenarkan bahwa pekerjaan tersebut telah mendapatkan adendum berupa perpanjangan waktu.
Hingga berita ini diterbitkan, direktur lima perusahaan yang tercantum sebagai pelaksana enam paket pekerjaan tersebut belum berhasil dikonfirmasi untuk memperoleh penjelasan mengenai hubungan mereka dengan AIH maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pengawasan proyek, termasuk konsultan pengawas, legislatif, maupun aparat terkait, juga masih dalam upaya konfirmasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
