Ketua Pengusul dari Politeknik Negeri Kupang, Selfesina Samadara, mengatakan program tersebut dirancang agar Kompiang memiliki nilai tambah dan mampu keluar dari pasar lokal.
“Kami ingin menjadikan Kompiang bukan hanya sebagai pangan lokal, tetapi sebagai produk unggulan NTT yang siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Inovasi pengemasan dan digitalisasi pemasaran adalah kunci untuk membuka peluang tersebut,” ujarnya.
Pelaku Usaha Makin Percaya Diri
Pimpinan KOMPIANGKOE, Feby Ruth Taneo, menyambut positif pendampingan yang diberikan. Menurutnya, selama ini usaha kompiang masih mengandalkan kemasan sederhana dan pemasaran dengan jangkauan terbatas.
“Selama ini kami hanya menjual kompiang dengan kemasan sederhana dan pasar terbatas. Dengan adanya pendampingan ini, kami merasa lebih percaya diri,” tutur Feby.
Ia menilai kemasan baru membuat produk terlihat lebih profesional, sementara pemasaran digital memberikan peluang bagi kompiang untuk menjangkau konsumen di luar Kota Kupang.
“Kami berharap kompiang bisa dikenal bukan hanya di Kupang, tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.
Program penguatan UMKM ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong produk pangan lokal NTT agar memiliki daya saing lebih tinggi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
