NTT-Terkini.com, Ruteng — Gempa bumi yang mengguncang Flores berdampak pada sejumlah fasilitas dan aktivitas masyarakat, termasuk layanan perbankan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Bank NTT untuk tetap hadir melayani masyarakat.
Di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Bank NTT membuka pelayanan perbankan dari bawah tenda darurat setelah fasilitas kantor terdampak gempa.
Meski bukan lagi berada di ruang kantor yang nyaman, para pegawai Bank NTT tetap menjalankan tugas pelayanan. Komputer, printer, dan berbagai perlengkapan operasional dipasang di bawah tenda untuk memastikan kebutuhan transaksi perbankan masyarakat tetap dapat dilayani.
Layanan tersebut terutama membantu pasien, keluarga pasien, tenaga medis, serta masyarakat di lingkungan RSUD Ruteng yang membutuhkan akses perbankan di tengah situasi pascabencana.
Langkah Bank NTT ini merupakan bagian dari penerapan Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan dalam kondisi darurat.
Keselamatan pegawai dan nasabah tetap menjadi prioritas. Namun, selama pelayanan dapat dilakukan secara aman, Bank NTT memilih untuk tetap hadir dan memberikan akses layanan kepada masyarakat.
Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, mengatakan keputusan membuka pelayanan di bawah tenda dilakukan karena akses perbankan di rumah sakit memiliki fungsi penting bagi masyarakat.
“Kami memahami bahwa di rumah sakit ada pasien dan keluarga pasien yang tetap membutuhkan akses terhadap layanan perbankan. Karena kondisi bangunan terdampak gempa, kami tidak ingin mengambil risiko menggunakan fasilitas yang belum dipastikan aman. Karena itu, kami memilih membuka pelayanan sementara dari bawah tenda agar masyarakat tetap dapat terlayani.”
Gedung Terdampak, Pelayanan Tak Boleh Terhenti
Menurut Rahmat, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa penerapan BCP tidak hanya berkaitan dengan kesiapan sistem dan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat ketika terjadi situasi darurat.
“Gedung boleh terdampak, fasilitas boleh terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Kalau untuk sementara harus melayani dari bawah tenda, kita lakukan. Yang terpenting keselamatan tetap menjadi prioritas dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak ditinggalkan.”
Bagi Bank NTT, pelayanan dari bawah tenda bukan sekadar memindahkan meja dan perangkat kerja dari gedung ke lokasi sementara. Langkah tersebut menjadi simbol keberpihakan bank milik masyarakat NTT kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
