Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah, kolaborasi menjadi solusi penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi wujud nyata semangat gotong royong. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi semangat kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat yang paling penting,” ujar Christian.
Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penyediaan sanitasi yang layak menjadi investasi penting bagi kesehatan keluarga dan lingkungan.
“Jamban yang layak bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi bagi kesehatan keluarga, lingkungan yang lebih bersih, dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Christian berharap kerja sama dengan Rotary Club tidak berhenti pada program sanitasi, tetapi berkembang ke berbagai sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan beasiswa.
Sementara itu, Presiden Rotary Club Rastamores Kupang, Abednego Frans, menegaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












