Daerah  

​Dapat Kuota Jumbo dari Pusat, Wawali Serena Francis Targetkan Bedah 612 Rumah Tak Layak Huni di Kupang

Avatar photo
Reporter : Jhon Seo

​”Yang terpenting adalah memastikan kuota dari pemerintah pusat ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga Kota Kupang yang benar-benar membutuhkan. Kita harus bekerja cepat, tetapi tetap patuh aturan. Jaga transparansi dan hindari praktik-praktik yang bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” tegas Serena.

 

​Untuk menjaring calon penerima yang valid, Serena mendorong kolaborasi intensif antara Dinas PRKP, DPRD, pemerintah kelurahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

​Total 612 unit bantuan yang berhasil diamankan Pemkot Kupang tahun ini berasal dari beberapa pintu pembiayaan, yakni:

Baca Juga :  ASN Kota Kupang Bakal Dapat Perlindungan Tambahan, Santunan Kecelakaan Hingga Rp60 Juta

Kuota Utama BSPS Pusat: 600 unit (meningkat dari rencana awal 500 unit).

Kementerian Kesehatan: 5 unit.

Dukungan Tambahan Lainnya: 7 unit.

​Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dinas PRKP Kota Kupang, Bustaman, SSTP, MM, membeberkan bahwa pelaksanaan program ini dibagi ke dalam beberapa tahapan:

Tahap I (100 Unit): Sebanyak 94 calon penerima dinyatakan lolos verifikasi dan rumahnya sedang dalam proses pengerjaan. Sementara 6 unit sisanya sedang dalam proses pengalihan (penggantian) akibat kendala status kepemilikan lahan dan dokumen administrasi warga.

Baca Juga :  Serena Francis Apresiasi Forum Pemuda Kisar, Dari Pembinaan Anak hingga Pelestarian Budaya

Tahap II (200 Unit): Saat ini sedang memasuki fase verifikasi lapangan oleh tim fasilitator independen dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik bangunan, legalitas tanah, serta kesesuaian data kependudukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4.

​Di samping itu, Pemkot Kupang juga sudah menyodorkan 480 nama calon penerima tambahan yang dihimpun dari usulan kelurahan dan jalur aspirasi anggota DPRD Kota Kupang untuk diverifikasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang: Tahbisan Diakon Adalah Awal Pengabdian untuk Melayani dan Merawat Harmoni

​Dengan bergulirnya program berskala besar ini, Pemkot Kupang optimistis angka rumah tidak layak huni di ibu kota provinsi NTT dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendongkrak kualitas hidup dan kesehatan masyarakat dari sektor penataan pemukiman.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung