NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Kabar mengejutkan beredar di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Rote Ndao. Direktur RSUD Ba’a, dr. Yulia Krones, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Maria Isabela, S.KM., MPH, disebut-sebut mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Informasi ini ramai diperbincangkan, baik di berbagai grup WhatsApp maupun dalam percakapan informal di ruang-ruang publik, termasuk warung makan yang menjadi tempat berkumpul ASN. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kebenaran kabar tersebut maupun alasan di balik dugaan pengunduran diri dua pejabat penting di sektor kesehatan itu.
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait.
Upaya pertama dilakukan kepada Direktur RSUD Ba’a, dr. Yulia Krones, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (13/5/2026). Namun hingga berita ini diturunkan, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.
Konfirmasi juga dilakukan kepada Plt Kadis Kesehatan Rote Ndao, Maria Isabela, pada hari yang sama. Dalam tanggapannya, Maria Isabela hanya menjawab terkait kabar pengunduran diri Direktur RSUD Ba’a.
“Saya belum mendapat informasi terkait itu,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun saat ditanya mengenai isu pengunduran dirinya sendiri sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, belum ada respons lebih lanjut.
Media ini juga menghubungi Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rote Ndao, Ernest Sula, S.Pd, sekitar pukul 20.12 WITA.
Ernest mengaku belum menerima informasi resmi terkait mundurnya Direktur RSUD Ba’a. Sementara terkait isu pengunduran diri Plt Kadis Kesehatan, ia mengaku sempat mendengar kabar tersebut, tetapi belum melihat dokumen resmi yang dimaksud.
“Kalau Direktur RSUD Ba’a saya belum dapat informasi. Kalau Plt Kadis Kesehatan, memang saya sempat dengar, tapi belum mendapat akses terhadap surat pengunduran dirinya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat dikonfirmasi juga memberikan jawaban singkat. Ia menegaskan belum menerima surat pengunduran diri dari kedua pejabat tersebut.
“Belum ada surat pengunduran diri yang saya terima,” tegasnya.
Meski belum ada konfirmasi resmi, berbagai spekulasi mulai berkembang di tengah masyarakat dan internal birokrasi. Dugaan sementara, isu pengunduran diri ini berkaitan dengan tekanan pekerjaan yang tinggi, intensitas pemeriksaan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), hingga kekecewaan atas belum terealisasinya janji politik terkait pengisian jabatan definitif Kepala Dinas Kesehatan.
Jika benar kedua pejabat tersebut memilih mundur, situasi ini tentu menjadi sinyal serius bagi tata kelola sektor kesehatan di Kabupaten Rote Ndao, terlebih di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












