“Untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat dan harus dibangun kembali, akan kita upayakan masuk dalam program bedah rumah tahun ini,” tegasnya.
Kehadiran Wali Kota di tengah warga membawa ketenangan tersendiri. Yopel Misa, warga RT 13 RW 04 Kelurahan Manutapen, mengaku sangat terharu atas respons cepat pemerintah.
“Dua rumah saya roboh. Kejadiannya sangat menakutkan. Tapi kehadiran bapak Wali hari ini bikin kami tenang. Terima kasih untuk Pak Wali dan seluruh jajaran,” ungkapnya.
Cerita pilu juga datang dari Agustinus Bulu Kalli, warga RT 14, yang seluruh atap rumahnya diterbangkan angin. Ia dan keluarganya terpaksa bermalam tanpa perlindungan, dihantui trauma bencana Seroja yang pernah melanda NTT.
“Kami enam orang di dalam rumah hanya bisa menangis. Anginnya sangat kuat. Saya kira ini Seroja kedua. Syukur setelah pagi, ternyata tidak semua rumah terdampak parah,” tuturnya.
Agustinus pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah.
“Terima kasih bapak Wali. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami doakan bapak tetap sehat dan kuat melayani warga Kota Kupang.”
Respons cepat Pemerintah Kota Kupang menunjukkan bahwa kehadiran pemimpin di saat krisis bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata empati dan pelayanan publik yang berpihak pada warga, terutama ketika mereka berada dalam situasi paling sulit.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












