NTT-Terkini.com, Kupang – Manajemen baru Bank NTT langsung tancap gas setelah resmi dilantik. Pada Senin, 1 Desember 2025, Direksi dan Dewan Komisaris Bank NTT menggelar rapat perdana bersama Komisi III DPRD Provinsi NTT untuk menyampaikan arah kebijakan, agenda prioritas, serta rencana bisnis bank daerah tersebut ke depan.
Rapat yang berlangsung di ruang Komisi III DPRD NTT itu memfokuskan pembahasan pada tiga agenda utama, yakni:
- Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank NTT tahun berjalan dan strategi penguatan pada 2026.
- Perkembangan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank NTT dan Bank Jatim.
- Target deviden untuk tahun anggaran mendatang sebagai bagian dari kontribusi pada pendapatan daerah.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan diambil manajemen baru dalam memperkuat kinerja bank. Salah satu fokus utama, kata Charlie, adalah penanganan kredit bermasalah (NPL) yang selama ini menjadi pekerjaan besar Bank NTT.
“Kami berkomitmen melakukan pembenahan internal secara terukur dan memperbaiki kualitas portofolio kredit. Penguatan tata kelola dan mitigasi risiko akan menjadi prioritas utama,” tegas Charlie.
Selain itu, manajemen baru juga menegaskan pentingnya percepatan kerja sama KUB dengan Bank Jatim sebagai upaya memperkuat permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan layanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
