Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa NTT Mart merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.
“NTT Mart bukan sekadar slogan. Produk rakyat NTT kini punya tempat yang layak—fisiknya ada, digitalnya juga ada. Ini adalah kerja nyata untuk membangun ekonomi kerakyatan,” tegas Gubernur Melki.
Dalam mendukung keberhasilan NTT Mart, Bank NTT menerapkan pendekatan 7P, yakni Product, Price, Place, Promotion, P-Channel, Pay Later, dan Performance. Bank NTT berperan penting pada kanal pembayaran digital, promosi, serta layanan Pay Later.
Melalui fitur Pay Later, masyarakat dapat membeli produk UMKM secara cicilan, sementara NTT Shopping Card memberikan berbagai keuntungan dan potongan harga bagi pengguna. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih dinamis, inklusif, dan berdaya saing.
Pemerintah Provinsi NTT menargetkan 22 gerai fisik NTT Mart beroperasi di seluruh wilayah NTT sebelum akhir Desember 2025. Ke depan, NTT Mart juga akan dikembangkan di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Bali, dan Sorong, guna memperluas jangkauan pasar produk UMKM NTT ke tingkat nasional hingga internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












