Indeks
Daerah  

Kota Kupang Bangun Sekolah Layak Anak, Inklusif untuk Difabel, Siap Hadapi Bencana

Reporter : Tim

NTT-Terkini.com, Kupang – Upaya menjadikan sekolah sebagai zona paling aman bagi tumbuh kembang anak di Kota Kupang mulai memperlihatkan wajah konkretnya. Tidak hanya layak secara infrastruktur, tetapi juga bebas kekerasan, bebas diskriminasi, bebas perundungan, dan siap menghadapi ancaman bencana, sebagai bagian dari ekosistem Kota Layak Anak (KLA) yang dicanangkan sejak 2023.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naiboho, menegaskan bahwa dua sekolah di kota ini telah memenuhi indikator Sekolah Layak Anak dengan standar lebih tinggi, yakni dan .

Kedua sekolah tersebut telah membangun sistem proteksi internal berbasis pencegahan, dengan indikator:

  • Nihil bullying di lingkungan belajar
  • Bebas kekerasan fisik & verbal
  • Sekolah aman bencana
  • Pembentukan TPPK (Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan)
  • Penguatan mitigasi lewat tim khusus anti-kekerasan dan manajemen risiko

Sekolah layak anak harus jadi tempat pelayanan dengan hati. Bukan hanya gedung bagus, tetapi ruang sosial yang aman,” ujar Okto.

Tim TPPK, Polisi Internal Pencegah Kekerasan Sekolah

Okto menjelaskan, standar perlindungan ini diperkuat dengan pembentukan di setiap satuan pendidikan. Tim ini menjadi sistem pendeteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kekerasan verbal, fisik, maupun psikis di sekolah.

Inklusi Pendidikan, Anak Difabel Tak Lagi Berdiri di Luar Lingkaran

Skema besar ini, menurut Okto, juga menargetkan pemenuhan hak belajar yang adil bagi anak difabel, agar tidak ada anak yang tertinggal dari kurva pendidikan hanya karena kondisi fisik atau keterbatasan akses.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version