Daerah  

Kota Kupang Bangun Sekolah Layak Anak, Inklusif untuk Difabel, Siap Hadapi Bencana

Avatar photo
Reporter : Tim

Kami pastikan anak difabel pun punya akses pendidikan yang adil dan inklusif. Guru juga diberi pelatihan agar mampu menggerakkan TPPK di sekolah,” kata Okto.

Langkah ini mencerminkan kebijakan yang tidak berhenti pada “menerima anak di sekolah”, tetapi menerima kebutuhan anak di sekolah—termasuk mereka yang selama ini rentan tak mendapat ruang setara.

Baca Juga :  Polres Rote Ndao Grebek Penimbunan BBM Jenis Solar sebanyak 3 Ton

Guru Dilatih, Orang Tua Dilibatkan, Lingkungan Ditata Ulang

Beberapa intervensi strategis yang dijalankan meliputi:

  • Pelatihan guru untuk penguatan karakter dan kemampuan deteksi dini kekerasan
  • Edukasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual berbasis sekolah
  • Pengelolaan lingkungan: sekolah harus bersih, aman, dan tanpa ancaman fisik maupun psikis
  • Pendidikan inklusi untuk anak difabel
  • Sistem pembelajaran dua arah antara guru dan murid
  • Mitigasi bencana agar sekolah aman dari risiko dan siap respon darurat
Baca Juga :  Wamen PAN-RB Puji Kepemimpinan Wali Kota Kupang, Tulus, Peka dan Responsif Layani Masyarakat

Bahkan dalam konteks relasi sekolah, isu bullying juga dibaca lebih luas—tidak hanya antar siswa, tetapi juga potensi relasi toksik antara guru dan murid.

Kami ingin meminimalisir beragam bentuk kekerasan, baik fisik maupun non-fisik. Sekolah harus aman untuk semua,” kata Okto.

Sekolah Bersih = Anak Fokus, Anak Fokus = Masa Depan Terbuka

Pemkot Kupang kini menempatkan kebersihan, kenyamanan, dan keamanan mental sebagai komponen inti, bukan pelengkap. Dengan lingkungan sekolah yang ramah, anak tidak hanya bisa datang ke sekolah, tetapi belajar di sekolah, tumbuh di sekolah, lalu menang di masa depannya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung