<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wapres Gibran &#8211; NTT Terkini</title>
	<atom:link href="https://www.ntt-terkini.com/tag/wapres-gibran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<description>Lugas Dalam Berita, Enak Dalam Cerita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 02:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.ntt-terkini.com/wp-content/uploads/2025/09/512-100x100.png</url>
	<title>Wapres Gibran &#8211; NTT Terkini</title>
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wapres Gibran Tinjau Industri Garam Rote Ndao, Dorong Swasembada dan Lapangan Kerja Baru</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/05/wapres-gibran-tinjau-industri-garam-rote-ndao-dorong-swasembada-dan-lapangan-kerja-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=1133</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Kawasan Sentra Industri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, Rote Ndao</strong> – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/5/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat swasembada garam nasional dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.<br />
Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau langsung kolam kristal garam, gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah terkait pengembangan kawasan industri garam nasional di wilayah selatan Indonesia itu.<br />
Gibran menegaskan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun hingga kini masih belum mampu dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Karena itu, keberadaan proyek K-SIGN di Rote Ndao dinilai sangat strategis.<br />
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Gibran.<br />
Selain mengejar swasembada, Wapres juga meminta agar kawasan industri garam tersebut segera difungsikan sehingga dampak ekonominya dapat langsung dirasakan masyarakat lokal.<br />
“Kita ingin ini segera bisa fungsional. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect dari pembangunan proyek ini bisa terasa,” katanya.<br />
Tak hanya sektor garam, Gibran juga menaruh perhatian pada pengembangan sektor perikanan dan budidaya rumput laut di Rote Ndao. Ia memastikan pemerintah pusat akan menindaklanjuti kebutuhan penunjang aktivitas nelayan yang diusulkan pemerintah daerah.<br />
Menurutnya, wilayah-wilayah perikanan produktif harus didukung fasilitas memadai seperti cold storage, pabrik es, hingga SPBU khusus nelayan.<br />
“Harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik es untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” jelasnya.<br />
Dalam dialog bersama pemerintah daerah, Wapres turut menerima laporan mengenai kebutuhan peningkatan infrastruktur dasar, pendidikan, hingga layanan kesehatan di Rote Ndao, termasuk revitalisasi puskesmas dan penguatan fasilitas rumah sakit daerah.<br />
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan proyek K-SIGN bukan sekadar pembangunan kawasan industri, melainkan peluang besar bagi masa depan ekonomi masyarakat pesisir dan generasi muda NTT.<br />
“Ini tentang lapangan kerja untuk anak-anak muda NTT. Tentang petani garam yang ingin hidup lebih sejahtera. Tentang nelayan yang butuh cold storage, es, dan BBM agar hasil laut mereka tidak lagi terbuang sia-sia,” ujar Melki.<br />
Ia menambahkan, NTT memiliki potensi kelautan besar dan harus mampu menjadi pemain utama dalam industri garam nasional.<br />
“Indonesia membutuhkan jutaan ton garam setiap tahun. Dan kami ingin suatu hari nanti, NTT bukan hanya jadi penonton, tapi jadi pemain utama,” tegasnya.<br />
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga berharap proyek strategis nasional tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang terdampak langsung pembangunan kawasan tambak garam.<br />
“Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” kata Paulus.<br />
Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara dan Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gibran Soroti Potensi Besar Rumput Laut Rote, Dorong Hilirisasi dan Modernisasi untuk Petani</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/05/gibran-soroti-potensi-besar-rumput-laut-rote-dorong-hilirisasi-dan-modernisasi-untuk-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:55:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=1129</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Hamparan laut biru di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, Rote Ndao –</strong> Hamparan laut biru di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Jumat (22/5/2026), menjadi saksi perhatian serius pemerintah pusat terhadap masa depan petani rumput laut di Kabupaten Rote Ndao.<br />
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung berdialog dengan para petani budidaya rumput laut dan menegaskan pentingnya modernisasi serta hilirisasi industri rumput laut agar komoditas unggulan pesisir itu mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.<br />
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menilai potensi rumput laut di Rote Ndao sangat menjanjikan, namun hingga kini belum dikelola secara maksimal.<br />
“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” ujar Gibran.<br />
Sekitar 300 petani rumput laut dari Desa Daiama memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak guna meningkatkan produksi mereka. Mulai dari tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut unggul, sampan fiber, hingga mesin ketinting 0,5 GT.<br />
Di hadapan para petani, Gibran mengakui sebagian besar aktivitas budidaya masih dilakukan secara tradisional sehingga membutuhkan dukungan fasilitas produksi yang lebih modern.<br />
“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan juga mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” katanya.<br />
Tak hanya itu, Wapres juga menyoroti kualitas rumput laut asal Rote yang dinilai memiliki kandungan karaginan tinggi dan berpotensi besar bersaing di pasar global.<br />
Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah tanpa pengolahan.<br />
“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita nggak boleh ngirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini Pak. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegas Gibran.<br />
Ia menilai modernisasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari penggunaan bibit unggul, perbaikan alat produksi dan sampan, hingga penyediaan fasilitas pascapanen seperti pengeringan, gudang, sortir, dan pengemasan.<br />
“Yang sekarang sudah berjalan aja, masih tradisional ya, udah bagus seperti ini. Apalagi nanti kalau sudah ada modernisasi. Ada bibit unggul, sampannya kita perbaiki, alat-alatnya kita perbaiki. Untuk pascapanennya ada pengeringan, gudang, sortir, packing,” ujarnya.<br />
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, kelompok ibu-ibu petani rumput laut juga menyampaikan harapan adanya bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan agar usaha budidaya mereka bisa berkembang lebih baik.<br />
Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara detail agar setiap bantuan dari pemerintah pusat nantinya dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata kepada masyarakat.<br />
Kunjungan Wapres ke sentra budidaya rumput laut itu turut didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dedelusy Dethan, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jems Riwu.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wapres Gibran Tinjau Sekolah di Papela, Pastikan Program Presiden Menjangkau Wilayah 3T</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/05/wapres-gibran-tinjau-sekolah-di-papela-pastikan-program-presiden-menjangkau-wilayah-3t/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:53:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Palela]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=1124</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Usai meninjau budidaya rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Wakil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, Rote Ndao</strong> – Usai meninjau budidaya rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerjanya ke SD Negeri Papela dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Papela di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).<br />
Kedatangan Wapres disambut hangat Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Moris Bulan, kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa yang menampilkan tarian adat Kebalai.<br />
Di SD Negeri Papela, Wapres meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjangkau 295 siswa, terdiri dari 160 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Ia juga melihat kondisi ruang belajar dan berdialog dengan guru maupun siswa.<br />
Kepala SD Negeri Papela, Istini, mengaku terharu atas kunjungan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Menurutnya, kedatangan Wapres menjadi kebanggaan besar bagi sekolah yang berada di kawasan terpencil.<br />
“Kami bersama guru-guru sangat terharu dan bangga karena sekolah kami yang berada di daerah terpencil bisa dikunjungi langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.<br />
Tak hanya meninjau, Wapres juga menyerahkan bantuan berupa seragam sekolah dan tiga unit laptop untuk mendukung proses belajar mengajar.<br />
“Kami mendapat banyak bantuan, mulai dari seragam untuk anak-anak hingga laptop untuk peningkatan pembelajaran di sekolah,” katanya.<br />
Istini mengatakan Program MBG membawa dampak positif bagi semangat belajar siswa. Selain menu yang berganti setiap hari, banyak anak juga baru pertama kali mencicipi beberapa jenis buah dan makanan bergizi yang disediakan pemerintah.<br />
“Anak-anak sangat senang karena menunya berbeda setiap hari. Ada makanan dan buah yang bahkan belum pernah mereka makan sebelumnya,” ungkapnya.<br />
Di balik antusiasme tersebut, Istini berharap pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan revitalisasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar aktivitas belajar menjadi lebih aman dan nyaman.<br />
“Semoga apa yang disampaikan Bapak Wakil Presiden dapat direspons sehingga pembelajaran di sekolah kami bisa berjalan lebih baik,” harapnya.<br />
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke MTs Papela. Kepala MTs Papela, Ridwan Goro, menyebut kedatangan Wapres sebagai momen bersejarah bagi sekolah mereka.<br />
“Kami sangat bersyukur. Ini sesuatu yang luar biasa dan sebelumnya tidak pernah kami bayangkan,” katanya.<br />
Ridwan menilai Program MBG sangat membantu siswa yang mayoritas berasal dari keluarga nelayan. Menurutnya, banyak siswa datang ke sekolah tanpa sarapan karena kondisi ekonomi keluarga.<br />
“Sekitar 95 persen orang tua murid di Papela adalah nelayan. Banyak anak datang ke sekolah pagi-pagi tanpa makan,” jelasnya.<br />
Karena itu, ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang demi mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.<br />
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengatakan Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.<br />
“Ada multiplier effect dari program ini dan kami sangat mendukung karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Tak Surutkan Antusias Warga Sambut Wapres Gibran di Papela</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/05/hujan-deras-tak-surutkan-antusias-warga-sambut-wapres-gibran-di-papela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 00:37:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Raka Buming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=1121</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, ROTE NDAO – Hujan deras yang mengguyur Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, ROTE NDAO</strong> – Hujan deras yang mengguyur Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao sejak subuh, Jumat (22/5/2026), tidak menyurutkan semangat warga untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.<br />
Warga tetap memadati sekitar Lapangan Bola Kaki Saba Kolifai, lokasi pendaratan helikopter kepresidenan, demi melihat langsung kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu.<br />
Wapres Gibran tiba sekitar pukul 07.15 Wita menggunakan helikopter kepresidenan dengan pengawalan dua helikopter TNI. Suasana di lokasi tampak ramai meski hujan turun cukup deras.<br />
Setibanya di Papela, Wapres Gibran disambut Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Dandim 1627/Rote Ndao, Danlanal Pulau Rote, serta Wakapolres Rote Ndao.<br />
Kedatangan Gibran langsung disambut sorak antusias warga. Teriakan “Pak Wapres” dan “Mas Wapres” terdengar bersahutan ketika ia berjalan menuju kendaraan dinasnya.<br />
Meski diguyur hujan dan harus rela basah kuyup, warga tetap bertahan untuk menyaksikan secara langsung kunjungan bersejarah tersebut.<br />
Salah seorang warga Papela, Yai Hudari, mengaku bangga dan terharu atas kedatangan Wapres Gibran ke desa mereka.<br />
“Ini sejarah bagi kami warga Papela. Baru pertama kali wakil presiden datang ke Rote Ndao, khususnya Desa Papela. Kami senang sekali walaupun kami basah kuyup,” ujarnya penuh semangat.<br />
Menurutnya, kunjungan Wapres menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di wilayah paling selatan Indonesia itu.<br />
Usai menyapa warga, Wapres Gibran langsung melanjutkan agenda kerja dengan meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di wilayah Rote Timur dan Landu Leko.<br />
Kunjungan tersebut diharapkan membawa perhatian lebih besar dari pemerintah pusat terhadap pengembangan industri garam dan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Rote Ndao.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
