<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kejari Rote &#8211; NTT Terkini</title>
	<atom:link href="https://www.ntt-terkini.com/tag/kejari-rote/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<description>Lugas Dalam Berita, Enak Dalam Cerita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2026 11:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.ntt-terkini.com/wp-content/uploads/2025/09/512-100x100.png</url>
	<title>Kejari Rote &#8211; NTT Terkini</title>
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Polisi Terluka Diserang Massa saat Demo Anarkis di Rote Ndao</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/03/dua-polisi-terluka-diserang-massa-saat-demo-anarkis-di-rote-ndao/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Anarkis]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Rote]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=965</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, Ba’a — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Pengadilan Negeri Ba’a,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, Ba’a —</strong> Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Pengadilan Negeri Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Senin (30/3/2026), berujung ricuh. Dua personel Polres Rote Ndao menjadi korban setelah diserang lemparan batu oleh massa aksi.<br />
Kedua korban diketahui adalah Briptu Fribet Tulle dan Briptu Fajar Yakob. Keduanya mengalami luka serius di bagian kepala saat menjalankan tugas pengamanan.<br />
Insiden bermula ketika massa dari dua kelompok menyampaikan orasi secara bergantian. Situasi kemudian memanas akibat saling provokasi antar massa, hingga berujung pada aksi pelemparan batu ke arah aparat kepolisian yang tengah melakukan penyekatan.<br />
Akibatnya, Briptu Fajar Yakob terkena dua kali lemparan batu, masing-masing di bagian punggung dan kepala. Ia harus mendapatkan perawatan medis dengan tujuh jahitan di bagian kepala.<br />
Sementara itu, Briptu Fribet Tulle juga mengalami luka di kepala akibat lemparan batu. Setelah mendapat penanganan di RSUD Ba’a, ia harus menjalani enam jahitan.<br />
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menyayangkan aksi anarkis tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan imbauan kepada massa agar tidak terprovokasi.<br />
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami sudah melakukan penyekatan dan memberikan imbauan agar tidak terjadi bentrok, namun tetap terjadi provokasi hingga berujung pelemparan batu dan menimbulkan korban dari personel,” ujarnya.<br />
Meski sempat ricuh, aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi dan menghalau massa.<br />
Usai persidangan sekitar pukul 15.00 WITA, massa pendukung terdakwa kembali menggelar aksi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Ba’a. Mereka sempat membakar ban bekas dan mencoba menerobos masuk ke dalam kantor kejaksaan.<br />
Namun, upaya tersebut gagal setelah dihadang barikade aparat kepolisian. Massa akhirnya membubarkan diri.<br />
Secara umum, situasi keamanan di wilayah tersebut kembali kondusif, meski dua personel polisi harus menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam insiden tersebut.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Massa Seruduk Kantor Kejari Rote Ndao, Gerbang Roboh saat Aksi Berujung Ricuh</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/03/massa-seruduk-kantor-kejari-rote-ndao-gerbang-roboh-saat-aksi-berujung-ricuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 07:56:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Rote]]></category>
		<category><![CDATA[Mus]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=961</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, Rote Ndao – Aksi massa yang mengawal sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran ITE...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, Rote Ndao</strong> – Aksi massa yang mengawal sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran ITE dengan terdakwa Erasmus Frans Mandato (EFM) berujung ricuh di Kantor Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Senin (30/3/2026) siang.<br />
Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, saat ratusan massa yang mengatasnamakan diri sebagai pendukung terdakwa menggelar aksi damai di depan pintu gerbang kantor kejaksaan. Namun situasi memanas setelah tuntutan massa untuk bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao tidak direspons.<br />
Pantauan di lokasi, massa yang sebelumnya berorasi mulai kehilangan kendali. Dipimpin orator, mereka melakukan hitungan mundur sebelum akhirnya memaksa masuk ke dalam area kantor kejaksaan. Sebuah mobil komando digunakan untuk mendorong pintu gerbang hingga roboh.<br />
Petugas kepolisian yang berjaga sempat berupaya menahan laju massa, namun jumlah yang besar membuat situasi sulit dikendalikan. Gerbang kantor pun mengalami kerusakan parah akibat aksi dorong tersebut.<br />
Setelah berhasil masuk, massa sempat melanjutkan orasi di dalam halaman kantor kejaksaan sebelum bergerak ke depan Pengadilan Negeri Rote Ndao untuk melanjutkan aksi.<br />
Tak lama berselang, kericuhan kembali pecah. Dua kelompok massa terlibat saling lempar batu dan benda keras, memicu ketegangan di lokasi aksi.<br />
Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Febrianda Ryendra, S.H, saat dikonfirmasi di lokasi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden perusakan tersebut. Ia memilih fokus pada agenda sidang tuntutan yang tengah berlangsung.<br />
“Sangat disayangkan. Seharusnya aksi disampaikan dengan santun, tidak harus seperti ini,” ujarnya singkat.<br />
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi masih dalam penjagaan aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
