<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus Korupsi &#8211; NTT Terkini</title>
	<atom:link href="https://www.ntt-terkini.com/tag/kasus-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<description>Lugas Dalam Berita, Enak Dalam Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 05:16:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.ntt-terkini.com/wp-content/uploads/2025/09/512-100x100.png</url>
	<title>Kasus Korupsi &#8211; NTT Terkini</title>
	<link>https://www.ntt-terkini.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Pupuk Subsidi di Rote Ndao Mandek, Diduga Penyidik Tak Mampu Penuhi Petunjuk Jaksa dan Pilih Jalur Mediasi</title>
		<link>https://www.ntt-terkini.com/2026/06/kasus-pupuk-subsidi-di-rote-ndao-mandek-diduga-penyidik-tak-mampu-penuhi-petunjuk-jaksa-dan-pilih-jalur-mediasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTT-Terkini.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 05:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Rote Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ntt-terkini.com/?p=1252</guid>

					<description><![CDATA[&#160; NTT-Terkini.com, ROTE NDAO – Penanganan kasus dugaan penimbunan dan penyalahgunaan pupuk subsidi di Desa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NTT-Terkini.com, ROTE NDAO</strong> – Penanganan kasus dugaan penimbunan dan penyalahgunaan pupuk subsidi di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, kembali menuai sorotan. Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao dinilai mempertontonkan pola penanganan perkara yang tidak lazim setelah kasus yang telah menetapkan dua tersangka sejak 2023 justru diarahkan ke jalur mediasi.</p>
<p>Perkara yang mulai bergulir sejak tahun 2022 itu sebelumnya telah melalui proses penyidikan dan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Ba&#8217;a. Namun berkas perkara berulang kali dikembalikan jaksa melalui petunjuk P-19 karena dinilai belum lengkap.</p>
<p>Sejumlah pihak menduga penyidik mengalami kesulitan memenuhi petunjuk jaksa sehingga proses hukum yang semestinya dilanjutkan justru kembali ke tahap awal dengan pendekatan mediasi.</p>
<p>Padahal, berdasarkan Laporan Kemajuan Perkara yang diperoleh dari Kasie Humas Polres Rote Ndao, AKP Derven Fangidae, beberapa waktu lalu, penyidik disebut akan melakukan konsultasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), melanjutkan penyidikan, memenuhi petunjuk jaksa, menerbitkan Sprindik lanjutan, serta mengirimkan SPDP lanjutan ke kejaksaan.</p>
<p>Namun langkah tersebut belum terlihat dilakukan. Sebaliknya, pada Jumat (5/6/2026), penyidik justru memanggil pelapor, Agustinus Mboeik, melalui Surat Panggilan Saksi Ke-1 Nomor: S.Pgl/Saksi-1/64/VI/Res.2.1/2026/Reskrim.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
