Panitia berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan pelayanan gereja yang aksesibel, partisipatif, dan ramah disabilitas di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th., Ketua Majelis Jemaat GMIT Getsemani Sikumana, Pdt. Nitta Dimoe Djami-Theedens, S.Th., para Ketua Majelis Klasis GMIT, perwakilan Polda NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Melalui penguatan pelayanan, pendataan yang akurat, dan peningkatan aksesibilitas, sinergi Pemerintah Kota Kupang dan GMIT diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang semakin inklusif.
Dengan demikian, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi aktif dalam kehidupan bergereja maupun pembangunan daerah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
