Indeks
Daerah  

Wawali Kupang Dorong 57 Klasis GMIT Ramah Disabilitas, Data Jemaat Jadi Sorotan

Reporter : Jhon Seo

“Mari kita rangkul saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Jangan biarkan mereka merasa tertinggal atau tidak dilibatkan. Dengarkan ide mereka, dengarkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka sampaikan. Pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini hendaknya ditindaklanjuti melalui pelayanan nyata, baik di gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

126 Peserta dari 37 Klasis Ikuti Pelatihan

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Tay Renggi menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen GMIT untuk membangun gereja yang inklusif, adil, dan ramah bagi seluruh jemaat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak-hak penyandang disabilitas, membentuk fasilitator di tingkat klasis dan jemaat, serta memperbarui data secara etis, inklusif, dan akurat menggunakan metode Washington Group Questions (WGQ).

Tay menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap berdasarkan wilayah pelayanan.

Hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026, sebanyak 126 peserta dari 37 klasis telah mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari target 152 peserta yang mewakili 57 klasis se-GMIT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version