Panitia juga berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana untuk menjaring bibit-bibit pembalap potensial yang nantinya mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Minat pembalap muda di Rote Ndao terhadap olahraga otomotif, khususnya grasstrack, cukup tinggi. Karena itu, kami dari DPD SMSI menggandeng Club R2T untuk menyelenggarakan kejuaraan ini,” demikian inti penjelasan Jeckson.
Ia menjelaskan, rekomendasi dari IMI Provinsi NTT menjadi dukungan penting bagi panitia untuk melanjutkan berbagai persiapan, mulai dari pengurusan perizinan, publikasi kegiatan, hingga penataan sirkuit sesuai standar yang ditetapkan IMI.
Sirkuit Lekunik Dikebut, 15 Klub Luar Daerah Siap Berpartisipasi
Sementara itu, Ketua R2T, Vecky Tolla, menilai kejuaraan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembalap. Antusiasme peserta, menurut dia, menjadi salah satu modal penting untuk menyukseskan penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan IMI Kabupaten Rote Ndao dan IMI Provinsi NTT terhadap rencana pelaksanaan kejuaraan.
Dari sisi persiapan teknis, Vecky mengungkapkan bahwa pengerjaan arena Sirkuit Lekunik telah mencapai sekitar 30 persen. Panitia dan tim pelaksana optimistis sirkuit tersebut dapat siap digunakan pada 1 November 2026, sebelum kejuaraan dimulai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
