Meski demikian, peluang itu tidak otomatis menjadikan Belu siap menerapkan zona perdagangan bebas. Diperlukan kajian lanjutan mengenai infrastruktur logistik, kesiapan industri lokal, regulasi perdagangan, serta mekanisme kerja sama kedua negara.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pengembangan kawasan perdagangan tidak hanya meningkatkan arus barang, tetapi turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Jika didukung kebijakan yang tepat, pengembangan Belu sebagai simpul perdagangan dapat membuka peluang bagi NTT untuk mengambil peran lebih besar dalam aktivitas ekonomi lintas negara.
Hasil kajian tersebut sekaligus menjadi dasar awal untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan perbatasan yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur keluar-masuk barang, tetapi juga sebagai pusat produksi, pengolahan, distribusi, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
