Menurut Christian, keberadaan rumah kepemudaan tidak harus diwujudkan melalui pembangunan gedung baru. Yang terpenting adalah tersedianya ruang yang dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai organisasi dan komunitas pemuda.
“Rumah kepemudaan tidak harus selalu dalam bentuk bangunan baru. Yang paling penting adalah adanya ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan kreatif,” ujarnya.
Ia mengusulkan pemanfaatan sejumlah fasilitas pemerintah seperti ruang di Kantor Wali Kota maupun rumah jabatan sebagai ruang kolaboratif yang terbuka bagi kalangan muda.
Wali Kota menambahkan, gagasan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, agar dapat diwujudkan menjadi wadah yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh elemen kepemudaan.
Selain isu kepemudaan, Christian yang juga menjabat Ketua Umum KONI Kota Kupang turut menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan olahraga prestasi menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, di mana Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat ditetapkan sebagai tuan rumah bersama.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan melalui peningkatan sarana-prasarana latihan, dukungan kebutuhan atlet, hingga penguatan program pembinaan jangka panjang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
