NTT-Terkini.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menargetkan dividen dari PT Bank Pembangunan Daerah NTT mencapai Rp110 miliar pada tahun 2026. Target tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi bank daerah itu terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Target dividen tersebut akan dicapai melalui sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan profitabilitas, ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, efisiensi operasional, serta penguatan pendapatan berbasis layanan atau fee based income. Seluruh strategi itu tetap dilakukan dengan menjaga prinsip kehati-hatian dalam perbankan.
“Pemerintah juga terus mendorong penguatan modal Bank NTT secara terukur agar bank daerah ini semakin kuat, sehat, dan mampu berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah,” kata Melki dalam Rapat Paripurna ke-70 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/3/2026).
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomleni, dan dihadiri Wakil Ketua II DPRD NTT Petrus B. R. Tulus serta Wakil Ketua III DPRD NTT Kristien Samiyati Pati. Turut hadir pula 39 anggota DPRD, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, para staf ahli gubernur, asisten Sekda, serta pimpinan BUMD.
Dalam kesempatan itu, Melki menyampaikan tanggapan Pemerintah Provinsi NTT atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan bentuk hukum Bank NTT menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).
Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Dengan perubahan ini, Bank NTT diharapkan semakin kuat menjadi motor penggerak perekonomian daerah sekaligus memperluas kontribusinya terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.
Melki juga mengungkapkan bahwa Bank NTT saat ini terus melakukan berbagai pembenahan internal, mulai dari peningkatan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko, hingga transformasi digital guna meningkatkan daya saing di industri perbankan.
Selain itu, Bank NTT juga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUMU), Bank NTT telah membantu lebih dari 10.000 pelaku usaha dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp150 miliar, dan jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat pada tahun ini.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
