NTT-Terkini.com, Kupang — Sosok Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dinilai menghadirkan wajah baru kepemimpinan yang lebih dekat dengan rakyat dan berpihak pada kemanusiaan. Hal ini disampaikan oleh Karmin Lasuliha, Pendiri Yayasan Bina Generasi Papua, melalui catatan reflektif berjudul “Lentera di Gerbang Cendana: Sketsa Christian Widodo dan Manifesto Kemanusiaan di Kupang.”
Dalam tulisannya, Karmin menggambarkan Christian sebagai pemimpin muda yang tidak sekadar menjalankan fungsi birokrasi, tetapi hadir sebagai figur yang menyentuh langsung persoalan sosial masyarakat.
“Christian Widodo hadir bukan sebagai penguasa yang berjarak, melainkan sebagai tabib bagi luka-luka sosial kotanya,” tulis Karmin.
Kepemimpinan Tanpa Sekat dengan Masyarakat
Menurut Karmin, dr. Christian menunjukkan gaya kepemimpinan yang bersahaja dan terbuka. Ia dinilai mampu meruntuhkan batas feodalisme yang selama ini kerap memisahkan pemimpin dan warga.
Ia disebut dapat hadir di gang-gang sempit, duduk bersama masyarakat, dan merasakan langsung denyut kehidupan warga kecil.
“Kehadirannya menjadi antitesis dari kemewahan pejabat. Kepemimpinan paling otentik justru lahir di tengah peluh warga yang mendambakan keadilan,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
