Perhatian pun disorot pada keberlanjutan pemerataan pembangunan — terutama di kawasan pinggiran — serta aspek demokratisasi tata kelola, seperti transparansi dan akuntabilitas. Meski begitu, perubahan yang sudah terlihat secara kasat mata dianggap sebagai modal untuk percepatan pembangunan ke depan.
Dengan dukungan warga, OPD, dan berbagai pihak lainnya, Christian mengajak seluruh warga Kupang bergandeng tangan merawat kota: menjadikannya rumah yang aman, nyaman — dan membanggakan untuk diceritakan.
Semangat gotong royong dan partisipasi publik, menurut Christian, adalah fondasi terkuat bagi transformasi Kota Kupang ke arah yang lebih baik.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
