NTT-Terkini.com, Kupang—Pemerintah Kota Kupang mulai mengambil langkah lebih serius dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil melalui rencana pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) serta kemungkinan kerja sama resmi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat.
Wali Kota Kupang meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) bersama Bappeda untuk melakukan kajian mendalam terkait pola kerja sama dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kota Kupang.
“Pemkot selalu terbuka bagi setiap pihak yang mau memberi kontribusi nyata untuk pengembangan SDM. Tumbuh itu dimulai ketika kita mau mendengar,” tegas Wali Kota.
Permintaan itu muncul setelah BPVP Kupang memaparkan berbagai program vokasi yang telah berjalan. Koordinator BPVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 lembaganya menyelenggarakan 26 program pelatihan lintas sektor, mulai dari otomotif, bisnis dan manajemen, produksi mebel, hingga pelatihan digital seperti konten kreator dan pemasaran digital.
“Setiap program menghasilkan 16 lulusan terampil yang siap masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
