NTT-Terkini.com, Kupang — Bagi Pemerintah Kota Kupang, pendidikan bukan kebijakan tahunan, melainkan tabungan masa depan. Hasilnya memang tidak instan, tetapi diyakini akan memberi dampak 10–20 tahun mendatang, saat generasi penerima manfaat kini mengambil alih ruang kepemimpinan dan inovasi daerah.
Komitmen ini ditegaskan Plt. Kepala Dinas Pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, saat wawancara pada 26 November 2025. Ia menjelaskan, konsep Kupang Cerdas tidak hanya bicara kecerdasan akademik (IQ), tetapi juga karakter moral, kecerdasan emosional, dan spiritualitas, agar masa depan tidak hanya melahirkan anak pintar, tetapi anak berintegritas.
“Kupang Cerdas bukan hanya soal intelektual. Moral, karakter, dan EQ harus tumbuh bersamaan. Kita ingin generasi muda yang beretika, berintegritas, berempati, jujur, bertanggung jawab—dan tetap kuat secara rohani,” ujarnya.
Januari–Oktober 2025: Kompetisi Jadi Metode, Bukan Seremoni
Dari awal 2025, intervensi pendidikan dasar di Kota Kupang dirancang berbasis pada penguatan kompetensi siswa dan guru, tidak hanya lewat ruang kelas, tetapi lewat ekosistem kompetisi. Sejak Januari–Oktober 2025, dinas pendidikan menggelar:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
