NTT-Terkini.com, Kupang – Di tengah tingginya angka pengangguran usia produktif di Kota Kupang, rencana pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Pemerintah Kota Kupang menjadi harapan baru untuk menyiapkan generasi yang lebih kompeten dan siap bersaing.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang, tercatat sebanyak 7.035 warga usia kerja menganggur hingga tahun 2024 dari enam kecamatan.
Kecamatan Alak menjadi wilayah dengan jumlah penganggur tertinggi, yakni 1.970 orang, disusul Kecamatan Kota Raja 1.770 orang, dan Maulafa 1.296 orang. Angka ini menunjukkan masih rendahnya akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan, sehingga berdampak pada terbatasnya peluang kerja, baik di dalam daerah hingga ke luar negeri.
Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Thomas Dagang, mengakui kendala utama selama ini adalah ketiadaan BLK serta minimnya intervensi anggaran pemerintah untuk pelatihan keterampilan. Kondisi itu membuat Nakertrans hanya mampu berkolaborasi dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta dalam penyediaan pelatihan terbatas, seperti menjahit dan salon kecantikan.
“Selama ini karena keterbatasan dan tidak ada intervensi anggaran, maka kami hanya bisa bekerja sama dengan LPK swasta untuk pelatihan dasar. Jika ada bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan, itu pun sebatas penyaluran alat kerja bagi masyarakat yang sudah memiliki usaha kecil,” jelas Thomas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
