NTT-Terkini.com Kupang – Upaya Kota Kupang menuju kota yang aman, inklusif, dan berpihak pada tumbuh kembang anak kembali diperkuat melalui program sekolah ramah anak yang menjadi bagian dari agenda besar Kota Layak Anak (KLA). Pemerintah Kota Kupang memastikan seluruh ruang edukasi—terutama sekolah—menjadi tempat yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi dan membentuk karakter generasi masa depan.
Sejak mencanangkan diri menuju KLA pada 2023, komitmen Pemerintah Kota Kupang semakin menguat. Pemerintah menggandeng lintas pemangku kepentingan, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, lembaga yudikatif, perguruan tinggi, LSM, sektor swasta, hingga kelompok orang tua dan anak. Upaya ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan memastikan pemenuhan hak-hak anak berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.
Lingkungan Aman, Bebas Kekerasan, Fondasi Kota Layak Anak
KLA bukan hanya status administratif, melainkan komitmen global untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar aman bagi anak. Pemerintah Kota Kupang menyadari bahwa anak-anak harus dibesarkan dalam ruang yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga pelecehan.
Karena itu, pengembangan Sekolah Ramah Anak menjadi salah satu indikator kunci. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang untuk bertumbuh, bereksplorasi, dan membangun karakter. Melalui kebijakan Sekolah Ramah Anak, Pemkot Kupang ingin memastikan bahwa pendidikan mampu melindungi minat, bakat, serta kehidupan sosial anak.
Tujuannya jelas: memastikan anak merasa aman; mendorong mereka berkembang secara optimal; dan menyiapkan generasi yang toleran, kolaboratif, serta berbudaya damai.
Perundungan Jadi Sorotan Serius: Pemerintah Lakukan Langkah Pencegahan
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, memberi perhatian penuh terhadap fenomena perundungan (bullying) yang dianggap sebagai ancaman nyata bagi masa depan anak-anak Kota Kupang. Dalam sejumlah kesempatan, ia menyampaikan pesan tegas agar kasus perundungan tidak dianggap sepele.
“Bullying bukan hal sepele. Dampaknya bisa sangat panjang, bisa menghancurkan semangat belajar dan kepercayaan diri siswa. Karena itu, setiap bentuk perundungan harus segera dilaporkan kepada guru atau orang tua,” tegasnya.
Serena menekankan bahwa bullying dapat berdampak pada kesehatan mental, bahkan mendorong korban pada tindakan ekstrem seperti menyakiti diri sendiri. Di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena, penanganan bullying dimasukkan sebagai isu prioritas dalam pembangunan SDM yang berkarakter.
Pendekatan Pendidikan Karakter untuk Bentuk Generasi Sehat dan Tangguh
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat sistem pelaporan, pendampingan psikologis, dan pengawasan lingkungan sekolah. Pemerintah juga mengarahkan sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter sejak dini sebagai langkah preventif mencegah kekerasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
