NTT-Terkini.com, Kupang – Kupang bukan lagi memandang pendidikan sebagai agenda administratif, tetapi peta jalan masa depan. Dengan posisi geografis yang berada di segitiga strategis antara Timor Leste dan Australia, kota ini mulai merumuskan satu pertanyaan krusial: siapa manusia Kupang di 2045, dan bagaimana mereka akan bersaing di dunia?
Pemerintah kota menyadari bahwa bonus demografi 2045—kelompok usia produktif 16–64 tahun—bisa menjadi loncatan emas, tetapi juga berpotensi berbalik menjadi ancaman bila tidak disiapkan sebagai SDM berdaya saing. Atas dasar itu, pendidikan ditempatkan sebagai investasi protektif dan produktif: melindungi anak agar tak putus sekolah, sekaligus mempersenjatai mereka dengan keterampilan modern.
Akses Kampus Lewat Beasiswa: Dari Hulu hingga Hilir
Wakil Wali Kota, ⸺Serena Cosgrove Francis⸺ menegaskan arah kebijakan saat membuka sosialisasi beasiswa nasional di Ruang Garuda Lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang. Kegiatan tersebut terselenggara lewat kolaborasi dua komunitas alumni, Mata Garuda NTT dan Timor Belajar, sebagai jembatan non-struktural bagi informasi beasiswa dan mentoring pelajar.
Di depan puluhan peserta, Serena menautkan visi besar kota dengan nyawa kebijakan pendidikan:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
