Sallya juga menekankan bahwa pembayaran yang dulunya masih dilakukan secara manual di kantor Samsat, kini telah beralih ke transaksi digital.
“Awalnya di Samsat itu bayar tunai atau manual. Tetapi sekarang sudah bisa non-tunai lewat Bank NTT,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Penina Lauata, membenarkan bahwa konsep satu atap dalam MPP memang dirancang untuk memudahkan masyarakat.
“Kami mau sampaikan bahwa semua layanan, termasuk pembayaran, dilakukan dalam satu gedung. Ini agar tidak mempersulit masyarakat. Mereka cukup berpindah dari satu loket ke loket lain. Itu maksud dari MPP,” tegas Penina.
Menurutnya, jika layanan publik di MPP, namun pembayarannya harus dilakukan di kantor bank di luar area, justru akan menyulitkan warga.
“Bayangkan kalau warga urus dokumen di sini, tapi bayar di luar gedung. Itu sangat menyulitkan. Maka ketika Bank NTT ada di sini, semua jadi efisien,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa keberadaan Bank NTT tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga berdampak pada peningkatan jumlah transaksi.
“Kehadiran Bank NTT di MPP sangat membantu, dan pengguna layanan di Bank NTT sendiri juga ikut meningkat,” tutup Penina.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
